Rabu, 22 Januari 2014

Kelapa Sawit


Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Kebutuhan buah kelapa sawit meningkat tajam seiring dengan meningkatnya kebutuhan CPO (Crude Palm Oil) dunia. Oleh karenanya, peluang perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit (PKS) masih sangat prospek, baik untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri. Bahkan, dalam krisis ekonomi sekali pun, terbukti mampu bertahan dan tetap tumbuh, apalagi jika dikelola dan dikembangkan secara benar. Persaingan global semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan perkebunan yang ada di dunia. Dalam era globalisasi, perusahaan perkebunan dituntut untuk semakin efektif dan efisien agar tetap mampu bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Usaha perkebunan kelapa sawit menjadi populer di kalangan masyarakat Kalimantan Barat khususnya di daerah pedesaan yang masih memilki areal lahan yang dapat dibuka untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Di Provinsi Kalimantan Barat dalam usaha perkebunan kelapa sawit tidak hanya dilakukan oleh perusahaan saja, akan tetapi dapat juga dilakukan oleh masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Adanya dukungan dari pemerintah daerah sehingga usaha perkebunan ini akan dapat terus meningkat. Pemerintah daerah berperan membantu kelancaran perkebuanan, seperti penyerahan lahan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan jalur provinsi dan kabupaten, mendukung pengamanan kebun, serta pembentukan tim sosialisasi antara dinas terkait dengan perusahaan hingga sosialisasi kepada masyarakat.Kalimantan Barat menempatkan posisi ke tiga dengan luas lahan sebesar 373.162 Hektar. Lahan yang paling banyak digunakan terdapat di provinsi Riau dengan luas lahan sebesar 1.307.880 Hektar. Sulawesi Selatan dengan luas sebesar 386.403 Hektar, lihat lampiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar