Indonesia merupakan negara penghasil kelapa
sawit terbesar di dunia. Kebutuhan buah kelapa sawit meningkat tajam seiring
dengan meningkatnya kebutuhan CPO (Crude
Palm Oil) dunia. Oleh karenanya, peluang perkebunan kelapa sawit dan
industri pengolahan kelapa sawit (PKS) masih sangat prospek, baik untuk
memenuhi pasar dalam dan luar negeri. Bahkan, dalam krisis ekonomi sekali pun,
terbukti mampu bertahan dan tetap tumbuh, apalagi jika dikelola dan
dikembangkan secara benar. Persaingan global semakin meningkat seiring dengan
bertambahnya jumlah perusahaan perkebunan yang ada di dunia. Dalam era
globalisasi, perusahaan perkebunan dituntut untuk semakin efektif dan efisien
agar tetap mampu bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Usaha
perkebunan kelapa sawit menjadi populer di kalangan masyarakat Kalimantan Barat
khususnya di daerah pedesaan yang masih memilki areal lahan yang dapat dibuka
untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Di Provinsi Kalimantan Barat dalam
usaha perkebunan kelapa sawit tidak hanya dilakukan oleh perusahaan saja, akan
tetapi dapat juga dilakukan oleh masyarakat baik secara individu maupun
kelompok. Adanya dukungan dari pemerintah daerah sehingga usaha perkebunan ini
akan dapat terus meningkat. Pemerintah daerah berperan membantu kelancaran
perkebuanan, seperti penyerahan lahan, pembangunan infrastruktur jalan dan
jembatan jalur provinsi dan kabupaten, mendukung pengamanan kebun, serta
pembentukan tim sosialisasi antara dinas terkait dengan perusahaan hingga
sosialisasi kepada masyarakat.Kalimantan Barat menempatkan posisi ke tiga
dengan luas lahan sebesar 373.162 Hektar. Lahan yang paling banyak digunakan
terdapat di provinsi Riau dengan luas lahan sebesar 1.307.880 Hektar. Sulawesi
Selatan dengan luas sebesar 386.403 Hektar, lihat lampiran.
